“Mengetahui Kebenaran, Mengubahkan Hidup”[1]

Pdt. Karel de Fretes, S. Th[2]

Bahan Bacaan : 2 Raja-raja 23:1-18

PENGANTAR :

Zaman Yosia itu zaman krisis. 55 tahun sebelumnya, raja Manasye bikin Yerusalem penuh berhala. Bait Allah jadi gudang patung. Ibadah ke Baal, ke Asyera, bahkan korban anak.

Raja Yosia memerintah Kerajaan Yehuda (sekitar 640–609 SM). Ia naik takhta pada usia delapan tahun mewarisi kerajaan yang terpuruk akibat penyembahan berhala dan amoralitas di masa pendahulunya. Umur 16 tahun dia cari Tuhan. Masa pemerintahannya terkenal dengan gerakan reformasi besar-besaran dan di umur 26 tahun penemuan kembali Kitab Taurat di Bait Suci. Inilah responnya di 2 Raja-raja 23:1-18.

Penjelasan Teks:

Yosia adalah putra Raja Amon dan cucu Raja Manasye, yang dikenal sebagai raja-raja yang jahat dan meninggalkan Tuhan. Saat merenovasi Bait Suci di tahun ke-18 pemerintahannya, Imam Besar Hilkia menemukan Kitab Hukum. Setelah dibacakan, Yosia bertobat dan memimpin bangsa itu kembali kepada hukum Tuhan. 2 Raja-raja 23:1-18 mengurai tentang upaya Yosia mengembalikan bangsanya ke jalan yang benar di hadapan Tuhan.

  1. Dengar Firman di depan Umat (ayat 1-3)

“Lalu raja menyuruh orang mengumpulkan… semua orang Yehuda dan penduduk Yerusalem” (ay.2) Apa yang Yosia lakukan pertama kali setelah Kitab Taurat ditemukan? Dia tidak simpan sendiri. Dia panggil semua: tua-tua, imam, nabi, rakyat kecil. Lalu “dibacakannya kepada mereka segala perkataan dari Kitab Perjanjian itu” (ay.2). Respon Yosia : “Raja berdiri dekat tiang dan mengadakan perjanjian di hadapan TUHAN” (ay.3).

Sebagai titik awal reformasi rohani terbesar di Kerajaan Yehuda. Raja Yosia mengumpulkan seluruh elemen bangsa untuk mendengar pembacaan “Kitab Perjanjian” (Taurat) yang baru ditemukan di Bait Allah. Hal ini melambangkan komitmen untuk menjadikan Firman Tuhan sebagai otoritas mutlak dan landasan pembaruan moral masyarakat.

 

Reformasi dimulai dari Firman. Bukan dari program, bukan dari rapat. Yosia tahu: kalau bangsa mau berubah, mereka harus dengar suara Tuhan dulu. Pertanyaan refleksi : Kapan terakhir kali kita kumpulkan keluarga dan baca Alkitab bersama? Reformasi rumah dimulai dari meja makan + Alkitab terbuka.

  1. Buang Berhala Sampai Akar-Akarnya (ay. 4-18)

Bagian ini mencatat reformasi Raja Yosia yang memusnahkan penyembahan berhala. Ia memerintahkan imam membuang perkakas dewa Baal dan Asyera dari Bait Suci untuk dibakar di Lembah Kidron, menghancurkan mezbah-mezbah jahat di seluruh negeri, meruntuhkan bukit-bukit pengorbanan, dan menumbuk patung berhala hingga menjadi debu.

Yosia tidak main-main. Yosia memulai reformasi dari:

  • Bait Allah – ay.4-6: Yosia menyuruh Imam Besar Hilkia mengeluarkan semua perkakas yang dipakai untuk menyembah Baal, Asyera, dan benda-benda langit. Barang-barang itu dibakar di Lembah Kidron dan abunya dibawa ke Betel. Lebih dari itu, Yosia memecat para imam penyembah berhala yang diangkat oleh raja-raja Yehuda sebelumnya. Para imam ini bertugas membakar kurban bagi Baal, matahari, bulan, rasi-rasi bintang, dan segenap tentara langit di bukit-bukit pengurbanan. Tindakan ini merupakan bagian dari reformasi besar-besaran yang dilakukan oleh Yosia untuk membersihkan Kerajaan Yehuda dari praktik penyembahan berhala yang telah merusak iman umat.
  • Penghancuran Kuil-Kuil dan Patung (Ayat 7-12): Yosia merobohkan rumah pelacuran bakti yang ada di dekat Bait Suci. Ia memecat imam-imam penyembah berhala, menajiskan tempat-tempat pengorbanan di berbagai kota, dan menghancurkan mezbah yang dibuat oleh Manasye. Yosia merobohkan dan memusnahkan mezbah-mezbah penyembahan berhala yang dibangun raja-raja sebelumnya, menajiskan tempat pembakaran kurban bagi Molokh (Tofet), dan menyingkirkan patung-patung kuda pemujaan matahari di Bait TUHAN.  Yosia menghancurkan bukit pengorbanan, menguburkan tulang manusia di atas mezbah Betel supaya najis.
  • Ayat 13 -15 Raja Yosia menghancurkan tempat-tempat penyembahan berhala yang didirikan oleh Raja Salomo. Ia menajiskan bukit pengorbanan di sebelah timur Yerusalem, merubuhkan mezbah di Betel, dan membakar tulang-tulang manusia di atas mezbah tersebut untuk menajiskannya sepenuhnya. Ini merupakan salah satu tindakan paling berani dari Raja Yosia dalam memurnikan ibadah umat Israel. Tindakan ini juga merupakan penggenapan langsung dari nubuat yang telah disampaikan bertahun-tahun sebelumnya (seperti yang tercatat dalam 1 Raja-raja 13:2). Pembersihan ini dilakukan sebagai bagian dari reformasi besar-besaran untuk mengembalikan bangsa itu kepada ibadah yang murni kepada Allah.
  • Ayat 16-18: Raja Yosia melakukan reformasi besar-besaran untuk membersihkan Israel dari penyembahan berhala. Ia menemukan dan menghancurkan mezbah di Betel yang dibangun oleh Raja Yerobeam. Saat melakukan pembongkaran itu, Yosia melihat sebuah kuburan dan memerintahkan agar tulang-tulang di dalamnya diambil serta dibakar di atas mezbah untuk menajiskannya.

Tindakan ini menggenapi nubuat yang disampaikan oleh seorang abdi Allah ratusan tahun sebelumnya, yang telah memperingatkan bahwa hal ini akan dilakukan oleh seorang keturunan Daud yang bernama Yosia. Dalam bagian ayat ini, Yosia juga melihat sebuah tugu peringatan di kuburan abdi Allah lain yang berasal dari Yehuda. Ia memerintahkan agar kuburan nabi tersebut dibiarkan utuh dan tidak diganggu, sehingga tulang-tulangnya terselamatkan.

Penutup:

Dalam 2 Raja-raja 23:1-18, Raja Yosia memimpin reformasi rohani besar-besaran di Yehuda yang dimulai dari perjumpaan dengan Firman Tuhan. Ia membacakan Kitab Taurat di hadapan rakyat, memperbarui perjanjian dengan Tuhan, lalu menghancurkan total mezbah, patung, dan tempat penyembahan berhala hingga ke akar-akarnya.

Dalam merefleksikan firman ini di kehidupan kita sekarang :

  • Evaluasi dan Komitmen Ulang: Seperti Yosia yang memimpin pembaharuan perjanjian, kita juga perlu secara rutin mengevaluasi kerohanian pribadi, keluarga dan komunitas jemaat. Buat komitmen baru untuk hidup sepenuhnya menurut kehendak Tuhan.
  • Prioritaskan Firman Tuhan: Reformasi selalu dimulai dari merenungkan Firman. Jadikan membaca dan mendengarkan Alkitab sebagai standar utama untuk menyingkirkan nilai-nilai duniawi yang salah.
  • Pembersihan Total (Radikal): Yosia tidak hanya menyingkirkan, tetapi menghancurkan dan membakar berhala sampai menjadi abu. Dalam konteks masa kini, ini adalah panggilan untuk bertindak tegas membuang “berhala modern” (kebiasaan buruk, kecanduan, atau hal lain yang menggeser posisi Tuhan sebagai yang utama).
  • Pembaruan Dimulai dari Pemimpin: Sebagai raja, Yosia memimpin rakyat dengan memberikan teladan. Bagi Anda yang berperan sebagai orang tua, pemimpin, atau tokoh masyarakat, teladan hidup yang takut akan Tuhan adalah kunci membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.
  • Dalam memaknai bulan Pendidikan: teks ini mengingatkan kita tentang bagaimana sebagai orang terdidik di dalam Tuhan, berani menyatakan kebenaran dalam segala situasi kehidupan, berani juga mengakui kesalahan jika ada berbuat salah. Lebih dari itu, sangat terbuka untuk menerima perubahan ke arah yang lebih baik karena sebuah kebenaran. Apa lagi jika kebenaran itu bersumber dari Alkitab.

 

[1] Bahan Pemberitaan Firman – Minggu 19 Juli 2026

[2] Pelayan di Jemaat Bethesda Tarus Tengah – Klasis Kupang Tengah

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *